Salam Tambang...!!!

Dunia Pertambangan Membutuhkan "Skill dan Motivasi" BUKAN "Foto Selfie"

IKATAN MAHASISWA KABAENA MAKASSAR

HARGA MATI PT. SURYA SAGA UTAMA ANGKAT KAKI DARI JAZIRAH KABAENA

Read

loading

Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 September 2016

Biaya Eksplorasi Migas Bakal dinolkan

KEMENTERIAN ESDM menyatakan kegiatan eksplorasi ladang minyak dan gas bumi (migas) akan dibebaskan dari seluruh pajak. Hal itu bakal tertuang dalam revisi Peraturan Pemerintah No 79/2010 tentang Biaya Operasi yang Dapat Dikembalikan (cost recovery) dan Perlakukan Pajak Penghasilan Hulu Migas.
Wiratmaja puja selaku
Dirjen Migas Kementerian ESDM IGN mengatakan pihaknya sudah mengusulkan kepada Kementerian Keuangan agar seluruh pajak dalam kegiatan eksplorasi migas dihapuskan. Saat ini, baru pajak bumi dan bangunan (PBB) yang dibebaskan. “PPN (pajak pertambahan nilai) masih ada, peralatan impor juga masih kena pajak impor. Kita sudah utarakan ingin seluruh pajak selama eksplorasi dinolkan,” ucap Wiratmaja dalam diskusi di Jakarta, kemarin.
Dalam revisi PP 79/2010 itu, pemerintah juga akan memberikan sejumlah insentif, yakni investment credit, imbalan penyerahan produksi migas untuk kebutuhan dalam negeri (DMO fee), dan tax holiday. Wiratmaja menyebut sejumlah insentif bagi kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) itu diberikan untuk meningkatkan kegiatan eks­plorasi di Indonesia. Saat ini, dengan harga minyak dunia yang melemah, banyak KKKS menahan kegiatan eksplorasi karena tidak ekonomis.

Rabu, 16 Maret 2016

HMTP UMI Makassar Present " Seminar Pertambangan Nasional" Gratis | Kamis, 17 Maret 2016

Lingkar - Tambang - Salam Tambang...!!! Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan Universitas Muslim Indonesia mengadakan Seminar Nasional Pertambangan yang akan dilaksanakan pada Hari Kamis Tanggal 17 Maret 2016 besok.

Seminar Nasional Pertambangan yang bertemakan "Tantangan Dunia Pertambangan Dalam Menghadapi MEA" dilaksanakan di Auditorium Al-Jibra, UMI Makassar pada pukul 08.00 Wita tanpa dipengut biaya apapun justru pihak panitia akan memerikan Sertifikat kepada Peserta.

Dalam Seminar besok adapun cakupan materi yang akan dibahas yaitu :
  1. Dampak UU No. 23 tahun 2014 tentang otonomi daerah terhadap masa depan dunia peertambangan
  2. Realisasi UU No. 4 Tahun 2009 tentang pembangunan Smelter terhadap kedaulatan nasional.
  3. tantangan dunia pertambangan dalam menghadapi MEA.
  4. Peran dan tanggung jawab perusahaan tambang dalam melaksanakan tambang
  5. Ketahanan dan Kemandirian Energi Nasional, dan
  6.  Hal-hal penting yang berkaitan dengan Tema.
Jadi bagi teman-teman yang bergelut di Jurusan Pertambangan silahkan hadir. Jadikan semua Orang adalah guru dan Jadikan semua tempat adalah Sekolah. sekian.

(RM)

Kuliah Umum "Geologi Baturappe & Prospek Pertambangan Berbasis Eco Mining"

Lingkar-Tambang - Salam Tambang...!!! Kuliah Umum yang berjudul Geologi Baturappe dan Prospek Pertambangan Berbasis Eko Mining yang dilaksanakan hari ini (16/03/2016) yang bertempat di Aula Sao Soro Kannae UVRI Makassar.

Ratusan mahasiswa Teknik Pertambangan Universitas Veteran R.I Makassar  sangat antusias mengikuti Kuliah Umum tadi siang sampai selesainya Kuliah Umum. Materi yang dibawakan oleh DR. Ir. Yustin Faisal, MT itu memang begitu menarik, selain mengimput materi yang berkaitan tentang Geologi di daerah Baturappe dan tentang bgaimana pengolahan-pengolahan tambang yang ramah lingkungan, beliau juga memberikan sedikit informasi global di bidang pertambangan  pertambangan khususnya indonesia.Beliau menegaskan bahwa begitu banyak Kerancuan yang terjadi di bidang pertambangan terkhusus pada pencemaran lingkungan yang sangat memprihatinkan.

Seperti dikemukakan oleh Pak Faisal mengenai Teori "dimana ada emas dan ada air disitu ada bakteri, dimana ada perak dan ada air disitu ada bakteri, dimana ada tembaga dan ada air disitu ada bakteri, kesimpulannya dimana ada mineral, batuara kemudian ada air disitu pasti ada bakteri"  teknik pengolahan menggunakan pemurnian memang belum buming tapi dari pengolahan dengan penggunaan bakteri ini tidak akan menimbulkan limbah "tidak ada limbah yang mencemari udara, tidak ada limbah yang mencemari sungai dan tidak ada limbah yang mencemari lingkungan" Tegas Pak Faisal. Dalam pengolahan ini justru sisa-sisa pemurnian bisa digunakan di bidang pertanian dan lain sebagainya. masyarakat sekitar tambang juga mendapatkan dampak yang ekonomi yang sangat bagus ketika tekni pengolahan ini digunakan nantinya, dari segi penggunaan bahan-bahan alami yang dibutuhkan dalam pengolahan seperti air kelapa dan batoknya.

Mungkin ini bisa menjadi kebutuhan yang sangat besar di indonesia nantinya, dimana proses tambang tanpa limbah pasti masyarakat tidak khawatir terhadap dampak-dampak yang disebabkan oleh pertambangan.
Jayalah Tambangku...
Jayalah Indonesiaku...



Senin, 14 Maret 2016

IKATAN MAHASISWA KABAENA MAKASSAR | PT. SURYA SAGA UTAMA Harus Angkat Kaki dari Jazirah Kabaena

Lingkar-Tambang - IKATAN MAHASISWA KABAENA MAKASSAR hari ini melakukan demonstransi di depan kantor PT. SURYA SAGA UTAMA, Jl. Balang Baru, Makassar. Sekitar Puluhan mahasiswa yang berasal dari Sultra ini menuntut agar PT. SURYA SAGA UTAMA Menghentikan proses eksplorasi, melakukan Reklamasi  terhadap lahan bekas tambang  dan bertanggung jawab  atas pembongkaran Kuburan leluhur  masyarakat Kabaena dan tuntutan terakhir mahasiswa adalah "Harga mati" PT. SURYA SAGA UTAMA Harus a ngkat kaki" dari pulau Kabaena,

Dari tuntutan mahasiswa-mahasiswa yang melakukan Demonstrasi hari ini(14/03) tak heran memang Terjadi Banyak Pelanggaran-pelanggara yang dilakukan oleh perusahaan ini sesuai dengan tuntutan Mahasiswa diatas. menurut PP No.1 Tahun 2014 tentang Pelanggaran Ekspor barang mentah. dengan di berlakukannya undang-undang tersebut PT. SURYA SAGA UTAMA harus berhenti jika kalau tidak mempunyai Smelter (Pabrik Pengolahan)
 Sesuai aturan tersebut perusahaan bukannya  berbenah justru PT. SSU ini Berhenti dan meninggalkan lahan bekas tambang tanpa mereklamasi lahan tambangnya, sehingga daerah Kabaena rentan akan Erosi dan Banjir. Sampai saat ini Ribuan warga mengeluh atas air sungai yang mereka gunakaan untuk kebutuhan keseharian tercemari oleh Limbah tambang bukan hanya ini Stock file PT. SSU ini sangat dekat dengan pantai sehingga sangat berpengaruh pada penghasilaan masyarakat yang menggantungkan hidup sebagai nelayan.

Tidak cukup sampai itu saja, Setelah meninggalkan begitu saja lahan bekas tambang di Kabaena, PT. SURYA SAGA UTAMA kembali datang dengan melakukan eksplorasi lagi di Blok lain di Kecamatan Kabaena dengan membongkar kuburan leluhur Masyarakat Kabaena tanpa sepengetahuan dan persetujuan masyarakat setempat. "luka yang kemarin belum sempat terobati justru luka tersebut malah di perdalam dan diperlebar" hal ini tentunya sangat melukai masyarakat Kabaena. 

Menurut Salah seorang Demonstran, Ikatan Mahasiswa Kabaena Makassar akan terus Mengawal kasus ini sampai tuntutan-tuntutan kami terpenuhi, kami tidak akan takut, kami tidak akan diam karna sesungguhnya hanya kesengsaraan yang didapat oleh masyarakat disana tidak adanya Timbal Balik yang terjadi antara masyarakat sekitar dengan Perusahaan ini.

Sabtu, 12 Maret 2016

Tambang Berkurang, Target Produksi ITMG Dipangkas

Lingkar-Tambang- Saat ini, usia tambang milik PT Kitadin di Tandung Mayang anak usaha  PT Indo Tambangraya Megah Tbk telah berakhir masa operasinya. Terkait hal tersebut, perseroan masih mencari potensi tambang baru.

Menurut Direktur Keuangan ITMG, Edward Manurung, proses penutupan di Tandung Mayang, Bontang, Kalimantan Timur sudah dimulai dan tengah memasuki tahap rehabilitasi lahan bekas tambang. Perusahaan juga menggelar kegiatan pemberdayaan masyarakat sekitarnya. Dengan berkurangnya satu tambang, perseroan menargetkan produksi tahun ini hanya sebesar 26,9 juta ton. Target ini lebih rendah dari realisasi tahun lalu sekitar 28,5 juta ton. Sementara, target penjualan tahun ini menjadi 28,5 juta ton atau naik 0,3% dari tahun lalu yaitu 28,2 juta ton.

Edward menambahkan, porsi penjualan tahun ini masih lebih besar untuk ekspor yaitu 87%, sedangkan sisanya ditujukan untuk domestik. "Tahun ini, kami akan menyasar pasar ekspor India, Jepang, China, Thailand, dan negara-negara si Asia Timur dan Tenggara," ujar Edward, seperti dilansir Kontan.co, Minggu (13/3).

Tahun ini juga, ITMG menganggarkan belanja modal atau capex US$ 38,4 juta. Capex tersebut termasuk yang di-carry over tahun lalu. Asal tahu saja, tahun lalu perseroan telah merealisasikan belanja modal sebesar US$ 22,9 juta dari US$ 64,4 juta. Belanja modal tersebut akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur, peralatan, dan mesin-mesin di tambang milik perseroan.

Sudirman Said : Revisi UU Minerba akan Perkuat Industri Mineral

Lingkar-Tambang- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said membantah adanya pelonggaran (relaksasi) ekspor mineral mentah dalam revisi Undang-undang (UU) Nomor 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara (Minerba). Sudirman menegaskan, revisi UU Minerba bukan untuk meloloskan keinginan merelaksasi ekspor mineral mentah. Dirinya menjelaskan, revisi UU Minerba bertujuan memperkuat industri mineral. Revisi UU Minerba itu tolong ditulis, bukan untuk merelaksasi ekspor mineral. “Tapi lebih besar itu, revisi UU Minerba untuk memperkuat industri mineral,” tuturnya. Menurut Sudirman, pemerintah akan melakukan penguatan industri mineral dengan memberikan kepastian hukum kepada pelaku industri. Pemerintah akan memberikan insentif dengan adil, siapa yang memiliki performa bagus akan diberikan insentif sementara yang buruk diberikan sanksi. Namun di sisi lain, tambahnya, pencapaian hilirisasi produk tambang juga harus realistis dan dikaitkan dengan kondisi pasar global. Untuk memperkuatnya, harus ada kepastian hukum serta kewenangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah harus diluruskan antara Undang-Undang 23 dengan undang-undang yang baru nanti setelah revisi. Pasalnya, dirinya mengungkapkan, jadwal-jadwal pencapaian harus realistis dikaitkan dengan kondisi pasar sekarang dan juga harus memperlakukan industri dengan fair, jika industri tersebut perform maka harus diberikan insentif dan sebaliknya jika tidak perform diberikan sangsi. “Ini semangat dari revisi undang-undang. Jadi jangan lagi ditulis, ekspor mineral mau direlaksasi. Kita tidak pernah bicara begitu,” tegasnya. Sudirman menuturkan, relaksasi untuk produk mineral mentah tidak akan dilakukan pemerintah. Hilirisasi akan merubah Indonesia dari negara yang serba konsumtif menjadi negara produktif. Perekonomian Indonesia harus berubah dari perekonomian serba konsumsi, serba impor menjadi ekonomi yang memproduksi, memperkuat kemampuan dalam memenuhi kebutuhan kita kedepan. “Program hilirisasi mineral itu merupakan bagian dari proses pembangunan industri nasional. Hasil nilai tambah dari produk mineral mentah jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan nilai tambah hasil mineral yang sudah melalui proses pengolahan karena itu, maka sikap pemerintah sudah jelas tidak ada relaksasi untuk ekspor mineral mentah,” pungkasnya.

SKK Migas: Chevron Siap Pasok Minyak Mentah ke Pertamina

Lingkar-Tambang-Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan minyak milik PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) bakal bisa dipasok ke PT Pertamina (Persero) pada pertengahan tahun ini.

Hal tersebut seperti yang dikemukakan oleh Wakil Kepala SKK Migas, Zikrullah di Jakarta.

Namun, menurut Zikrullah, Chevron dan Pertamina harus telah menyelesaikan masalah-masalah utama itu.

"Harusnya sudah bisa pertengahan tahun di-deliver ke Pertamina,” ujarnya.

Zikrullah menjelaskan, Pertamina harus melakukan negosiasi bisnis dengan trading arm Chevron lantaran mengikuti aturan perusahaan asal Amerika Serikat itu.

Pasalnya, dirinya menambahkan, Chevron Pacific Indonesia yang beroperasi di Indonesia tidak berwenang memasarkan produksi, melainkan hanya bertugas sebagai operator produksi saja.

“Masalah perpajakan ini dilaporkan sudah tidak ada masalah. Hanya saja, Pertamina dan Chevron masih harus menyelesaikan administrasi transaksi jual beli minyak mentah tersebut,” tuturnya.

Namun, ungkapnya, SKK Migas belum bisa memastikan permintaan 200.000 barel per hari (bph) Pertamina bisa dipenuhi semua.

“Pasokan dari Chevron sendiri sudah mencapai sekitar 60% dari permintaan tersebut, yakni 125.000 bph yang berasal dari Lapangan Duri 80.000 bph dan Minas 40.000 bph,” tandasnya.

Sucofindo akan Evaluasi Pembangunan Infrastruktur Gas Rumah Tangga

Lingkar-Tambang--  PT Sucofindo telah mendapatkan tugas di bidang konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) yakni Untuk mempercepat teralisasinya konversi BBM ke BBG yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Direktur Utama Sucofindo, Bacher Djohan Buddin di Jakarta.

“Kementerian ESDM menugaskan untuk melakukan pengawasan dan evaluasi pembangunan jaringan gas saluran rumah tangga, jalur pipa distribusi dan SPBG,” ujarnya.

Menurut Bacher, pada tahun ini Sucofindo juga akan mengawasi dan mengevaluasi pembangunan jaringan gas saluran rumah tangga di Balikpapan, pembangunan jaringan pipa distribusi gas di jabodetabek, dan pembangunan SPBG di Prabumulih dan Bekasi.

Sumber : www.energitoday.com

Investasi US$ 2 Miliar, Pertamina akan Bangun PLTS 50 MW di Mandalika

Lingkar-Tambang-  Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Sucipto mengungkapkan bahwa Persero akan membangun PLTS sebesar 50 MW di Mandalika.

“Pertamina telah sepakat mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 50 MW di Mandalika, Lombok Nusa Tenggara,” ujar Dwi dalam keterangan tertulisnya yang diterima energitoday di Jakarta.

Menurut Dwi, saat ini Pertamina diidentikan dengan perusahaan yang bergerak dibidang minyak dan gas bumi dan untuk jangka panjang tidak akan bisa dipertahankan.

Selain itu, tambahnya, masa depan energi bukanlah minyak dan gas bumi melainkan energi baru terbarukan, karena itu Pertamina akan serius mengembangkan energi baru terbarukan.

“Pertamina siap untuk mengembangkan program 1.000 MW berbasis energi baru terbarukan dalam lima tahun kedepan dan ini diperkirakan total kps-nya sekitar US$ 2 milyar,” tuturnya.

Sementara itu, lanjutnya, Pertamina juga akan bekerjasama dengan PT EMI untuk melakukan audit energi dan hasil audit energi ini akan menjadi baseline program konservasi Pertamina kedepan dalam mengelola energi lebih efisien.

HIPMI inginkan Pemerintah Bersikap Tegas Terhadap Freeport

Lingkar-Tambang -  Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menginginkan Pemerintah lebih bersikap tegas terhadap perusahaan pertambangan PT Freeport Indonesia dengan menyetop dispensasi ekspor konsentrat perusahaan yang beroperasi di Papua tersebut.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Ketua Umum Hipmi, Bahlil Lahadalia di Jakarta.

“Hipmi tetap meminta konsistensi pemerintah agar bersikap tegas kepada Freeport,” ujarnya.

Bahlil menegaskan, perusahaan tersebut kerap menimbulkan masalah seperti dulu pemerintah membolehkan Freeport mengekspor konsentrat dengan syarat perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat itu memenuhi janjinya membangun smelter di Gresik, Jawa Timur.

Namun hingga kini, tambahnya, dalam pantauan Hipmi, progres atau langkah kemajuan pembangunan smelter Freeport itu hanya mencapai 14 persen. Untuk itu, Bahlil mengingatkan semua perusahaan tambang saat ini mengalami kesulitan likuiditas.

Menurut Bahlil, baik perusahaan tambang nasional maupun domestik, juga mengalami hal yang sama sehingga tidak boleh ada pengecualian.

“Kami ingin semua sama-sama bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian. Jangan hanya segelintir pelaku usaha yang bersusah-susah,” pungkasnya.

Sumber :www.energitoday.com

Pertamina Bangun Pipa BBM Sepanjang 956 Km di Jawa

Lingkar-Tambang - PT Pertamina (Persero) melakukan finalisasi Front End Engineering Design (FEED) proyek pembangunan pipa bahan bakar minyak (BBM) di Pulau Jawa. Pembangunan ini akan berlangsung pada periode 2016-2019 dengan panjang mencapai 956 kilometer (km).

Vice President Technical Services Direktorat Pemasaran Pertamina Sofyan Yusuf mengatakan, pada tahap awal, pihaknya akan membangun pipa sepanjang 401 km. Dengan rute Lomanis-Rewulu sepanjang 180 km, Lomanis-Tasikmalaya 128 km, dan Cikampek-Plumpang II sepanjang 93 km.

"Saat ini FEED dalam proses penyelesaian. Diharapkan akhir tahun ini konstruksi sudah bisa dimulai," ujar dia di Jakarta, Sabtu (12/3/2016).

Sofyan menjelaskan, nilai investasi dari pembangunan pipa BBM pada tiga jalur tersebut masih dalam perhitungan. Lahan untuk jalur pipa menurut rencana menggunakan lahan eksisting Cirebon-Bandung dan Cilacap-Yogyakarta.


Selain itu juga akan memanfaatkan lahan di sisi jalur kereta api. Pipa yang dibangun nantinya mengalirkan BBM jenis Premium, Diesel, Pertalite, dan Pertamax.

"Jalur pipa nantinya multipurpose. Kami juga akan memprioritaskan local content sepanjang material tersedia di dalam negeri dan harganya cukup kompetitif," lanjutnya.

Pertamina berencana menambah jaringan pipa untuk menyalurkan BBM saat ini yang panjangnya mencapai 1.283 km. Total kebutuhan pengembangan pipa di seluruh Jawa mencapai 2.239 km.

Selain untuk mendukung pipa yang sudah ada, penambahan jaringan pipa ini untuk mengantisipasi risiko pendistribusian BBM ke pelosok daerah. Risiko menggunakan truk untuk mendistribusikan BBM lebih besar karena masalah kemacetan di jalan raya dan potensi bahaya kebakaran.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan penambahan jaringan pipa itu merupakan bagian dari rencana jangka panjang Pertamina untuk meningkatkan cadangan BBM nasional.

Apalagi, hingga saat ini Indonesia belum memiliki cadangan penyangga energi nasional. Hanya ada cadangan operasional Pertamina selama 22 hari untuk BBM dan 12 hari untuk LPG. "Tanpa cadangan penyangga, ketahanan energi Indonesia bisa terancam," tandasnya.(Pew/Nrm)

Sumber : www.liputan6.com
resep donat empuk ala dunkin donut resep kue cubit coklat enak dan sederhana resep donat kentang empuk lembut dan enak resep es krim goreng coklat kriuk mudah dan sederhana resep es krim coklat lembut resep bolu karamel panggang sarang semut